Posted in Curhat

My Opinion : Fangirling

Hai! Kali ini aku mau curhat sama kalian doong. Yaaaa, aku disini nggak akan bahas tentang fangirling dan pernak-perniknya. Aku mau share aja sama kalian tentang yang baru aja aku alamin. Notes : I share no hate. Ini pendapat aku sendiri. Jadi, nggak usah ngomen “APAAN SIH LO?” atau komen yang agak kasar lainnya ya guys.

Jadi, kemarin-kemarin, aku lagi seneng banget buka youtube kan. Dan di youtube itu ada salah satu channel yang isinya tentang dunia selebriti hollywood sana. Dari dunia musik sampe dunia akting. Nah, videonya tuh ada tentang One Direction, 5 Seconds of Summer, Taylor Swift, Ariana Grande, dan artis lainnya.

Nah, aku buka deh salah satu video yang isinya tentang 5 Seconds of Summer. Judul videonya tuh kalau nggak salah “Thing You Don’t Know About 5 Seconds of Summer”. Ada jumlahnya, tapi aku lupa. Aku tonton tuh videonya. Dan EMANG buat 5SOSFam sejati pasti tau banget semua fakta yang mereka kasih disitu. Soalnya emang fakta-fakta yang standar banget. Tinggal googling, selesai. Nggak usah buka youtube, ngetik judul, terus ngeplay video. Belum nungguin buffering-nya.

Dan, karena emang aku nulis artikel tentang mereka juga, aku juga tau deh. Dan akhirnya aku iseng deh liat komen-komennya. Dan luar biasa, saudara-saudara. Banyak banget kata-kata kasar. Karena channel itu emang bikin beberapa kesalahan. Pertama, mereka nyebut fans 5SOS dengan 5SOSers, padahal mereka 5SOSFam. Kedua, mereka nyebut 5SOS dengan “5-es-oh-es” dimana yang seharusnya dibaca “5sauce”. Dan mereka semua langsung mengkritik dengan kata-kata yang kurang baik (untuk aku).

Ada lagi yang One Direction. Jadi, channel ini ngebahas tentang “5 Underrated One Direction Song”. Akhirnya dijabarkan deh yaa lagu-lagunya itu. Abis selesai, seperti biasa, aku liat komen-komen yang ada di situ. Dan, lagi-lagi, mereka bikin kesalahan dengan nyebut album “Midnight Memories” itu album kedua mereka, padahal album kedua mereka tuh “Take Me Home”, dan album “Midnight Memories” tuh album ketiga mereka. Mulai deh kritikan yang nggak baik lagi (buat aku).

Aku juga sempet liat ada sebuah gambar di pinterest. Sebenernya foto biasa doang. Kalau nggak salah itu tuh fotonya Connor dari The Vamps (entahlah, aku lupa). Dan captionnya tuh isinya : “You’re not a really Vampette if you’re not there from first. Hey, Connor Ball is not there from first and he’s the bassist”. Kurang lebih begitu. Sama kayak 5 Seconds of Summer. Persis banget kata-katanya. “You’re not a really 5SOSFam if you’re not there from the first. But, hey, Ashton Irwin isn’t there from the first and now he’s the drummer”.

FYI, aku bukan Vampette dan 5SOSFam, walaupun aku ngepost beberapa fakta tentang mereka. Aku suka musik mereka. Aku suka lagu mereka. Aku suka penampilan mereka. That’s it. Aku emang sering banget cari video tentang mereka. Tapi, aku nggak ngikutin mereka banget. Aku nggak dengerin SEMUA lagu mereka. Soalnya, aku cuman denger lagu yang aku suka doang dari mereka.

Dan, beberapa hal diatas itu bikin aku illfeel. OK, mereka emang suka banget sama artis yang mereka suka sampe banyak cara dilakukan buat ketemu mereka. Itulah mereka. Tapi, kalau menurut aku, mungkin alangkah lebih baik kalau misalkan bahasa mereka bisa dijaga. Mereka bisa ngomen sesuatu dengan bahasa yang baik, tanpa kata-kata kayak “f*ck” atau bahasa yang kasar lainnya. Karena, itu cuman bikin orang lain illfeel.

Ada juga beberapa fandom yang benci fandom lainnya. Sampai ada anti fansnya juga. Dan aku mulai mikir. Kalau misalkan mereka nggak suka sama band/artis yang kalian suka, ya biarin ajalah. Setiap orang punya selera masing-masing. Misalkan, aku sama kakak aku tuh beda selera. Kakak aku lebih suka Adele, Demi Lovato, Meghan Trainor, dan penyanyi semacam itu. Aku lebih suka 5 Seconds of Summer, The Vamps, The Tide, dan beberapa penyanyi lain. Tapi, kita saling menghormati. Ya udah, aku berurusan sama kesukaan aku, begitu juga kakak aku.

Untung sekali, yang kayak gitu dari luar. Aku belum (dan semoga nggak ada) fangirl dari Indonesia yang seekstrim itu.

Kalau aku saranin, lebih baik kita kalau berpendapat itu dengan kata-kata yang baik. Dengan kata-kata yang sopan. Kan jadinya lebih enak dengernya juga. Siapa yang nggak suka sama orang yang bicaranya baik-baik? Kalau aku jadi admin channel itu, aku udah mengapresiasi mereka. Aku lebih seneng bales komen mereka daripada ngeliat kata-kata kasar yang bertebaran.

Lagipula, emang artis yang kalian suka seneng kalau kita ngebelain mereka dengan kata-kata kasar kayak gitu? Nggak juga kan? Mereka pasti lebih suka orang yang ngebela mereka dengan memberi penjelasan yang benar dengan bahasa yang baik. Mereka kadang pake kata-kata gitu, tapi BUAT BECANDA.

Jadi, untuk kalian fansnya One Direction, 5 Seconds of Summer, Justin Bieber, dan artis-artis lain, usahakanlah menggunakan bahasa yang baik untuk berpendapat. Apalagi kalau di dunia maya kayak gini, dimana komentar kalian bisa dilihat sama banyak orang. Kalian nggak mau kan, artis yang kalian suka di’benci’ cuman gara-gara fansnya kasar-kasar? Ayo jaga nama baik mereka juga dengan bahasa yang baik.

Aku berharap semoga mereka yang agak-agak kasar kalau ngomen gitu (karena nggak semua fans kayak gitu) bisa sadar kalau komen kasar mereka itu malah bikin banyak orang yang tadinya mau ngefans, malah nggak jadi. Rugi ke artis favorit kalian juga kan?

Dan, ada tambahan. Aku baru aja nyari tentang fandom yang annoying kadang-kadang. Dan aku nemu ada banyak banget. Posisi pertama ditempati oleh Beliebers (yang tidak baik, aku tau nggak semua beliebers tidak baik). Directioners (yang tidak baik) dapet posisi dua. Dan, who can expect that (the bad) 5SOSFam got the 11th place? Aku bakal kasih quote dari seseorang yang komen di http://www.thetoptens.com/most-annoying-music-artist-fan-bases/, dan ini bener banget.

“I am in the 5sosfam and I really do love them but some fans do need to chill. And not all fans are posers, like I only wear band merch of the bands I actually listen to. Also it’s actually obvious they are not punk so whoever said they are..😂 and I honestly don’t care if people like them or not, who cares. There are a bunch of other bands I like so it doesn’t bother me. But yeah I think the shaming for not liking 5sos is stupid. Like you could listen to whatever you want and it shouldn’t matter to anyone else. Okay where am I going with this? Does this make sense?”

Maaf kalau kalian ada yang tersinggung. Yang aku omongin disini adalah fans yang tidak baik. Aku tau banget nggak semua fans kayak gitu. Hanya beberapa yang (mungkin) emosional dan memakai kata-kata yang kurang baik di media internet seperti ini. Dan, nggak ada fangirl dari Indonesia, karena mereka banyak yang mencurahkan kecintaan mereka lewat fanfiction. Itu lebih baik. Tapi, jangan pake kata-kata yang kasar ya. Kalau mau, kasih peringatan kalau ceritanya hanya boleh dibaca oleh anak 13 tahun ke atas.

Menurut kalian, fangirling yang baik itu yang kayak gimana sih? Kalian boleh komen di bawah. Sekali lagi, maaf kalau ada yang tersinggung dan makasih. Dan, inget, yang aku bahas disini bukan KESELURUHAN FANS, tapi SEBAGIAN FANS yang bereaksi negatif. Thanks. I hope this post is worthwhile. See you on the next post!

Advertisements
Posted in Curhat

It’s Mine, Where’s Yours? : Ceritanya Masih Ngarep

Haloo semua. Mungkin ada yang bingung, kenapa si punya wordpress ini tiba-tiba curhat? Ini inspirasinya dari blog temen kelas sebelah yang baru banget aku buka. Ya, di postingan dia ternyata ada semacam kategori curhatnya. Nah, temen aku aja bisa, kenapa aku nggak nyoba aja? Dan, siapa tau kalian ada yang bisa bantuin aku hahaha :’)

Nah, aku mau cerita dari awal banget niiih. Jadi, di sekolah itu ada satu perkumpulan untuk siswa yang kristen, namanya HSK. “Himpunan Siswa Kristen”. Karena aku kristen, automatically, aku masuk HSK. Dan, kakak kelas pun mulai ngasih tau, kalau aku dan temen-temen HSK seangkatan aku bakal jadi panitia di kelas 11 dan harus ngadain 3 acara, ada Kebaktian Padang, Ibadah Natal, sama Retreat. Nah yang bakal aku bahas disini adalah tentang acara Ibadah Natalnya.

Di dalam ibadah Natal, biasanya ada perayaan juga. Nah, si perayaan ini diisi sama penampilan-penampilan dari anak-anak HSK (gabungan antara SMAN 2 Cimahi, sama SMPN 1 Cimahi). Dan biasanya perangkatan. Dari kelas 7, 8, 9, 10, 11, 12, sampe kalau ada alumni yang mau tampil juga bisa. Nah, waktu aku jadi panitia, anak-anak panitia nampilin sebuah lagu dan aku jadi pemain bass. Aneh ya? Ya biarinlah. Dan aku baru tahu kalau aku bisa ketemu orang baru dengan tampilnya aku jadi seorang pemain bass cewek yang pake rok + wedges, dan BERDIRI selama setengah lagu.

Abis acara, biasalah, aku ngobrol dulu sama temen aku. Tiba-tiba, anak pemuda gereja yang kami pakai buat ibadah natal ini nyamperin aku. Aku kira ada apa, tapi ternyata si kakak ini bikin aku kaget.

“Eh, kamu dapet salam dari yang tadi main bass.”

Oh ya, lupa dijelasin. Jadi, di gereja itu ada aturannya kalau selama ibadah, yang main alat musik itu adalah pemain musik gereja tersebut.

Lanjut. Aku kira, dia nyampein salam buat semua anak panitia.

“Wah? Buat semua panitia atau aku doang?”

“Ya buat kamu ajalah.”

Dan temen yang aku ajakin ngobrol itu akhirnya nge… apa ya namanya? Pokoknya ngecieciein gitulah. Tapi, aku pikir ya biasa aja, soalnya aku masih suka sama seseorang waktu itu. Setelah itu aku pulang dengan biasa aja. Masih belum ada sesuatu.

Entah pas kapan, aku liat ada invite baru di BBM. Aku buka deh, tapi aku nggak kenal. Tapi, dari dpnya, aku curiga ini anak kayaknya yang kemaren nitip salam ke si kakak itu. Eh, si kakak itu juga ngeinvite aku. Dengan baik hati dan tanpa pikir panjang, aku acc aja. Waktu aku ketemu temen-temen HSK, aku tanyain deh satu-satu, mereka diinvite sama si pemain bass ini nggak. Dan mereka jawab nggak. Aku mulai ngerasa, kok bisa sih aku doang yang diinvite? Karena, jujur, banyak banget yang lebih cantik dari aku (anak panitia).

Lalu, temen aku cerita kronologis minta pin BBM aku itu. Ternyata, si pemain bass ini nanyain ke temen aku yang kebetulan sekelas sama aku. Dia minta pin aku karena katanya ada perlu, dan sampe sekarang aku nggak tahu dia sebenernya ada perlu apa waktu itu. Kalau dijadiin percakapan kurang lebih kayak gini. (PB : Si pemain Bass, T : Temen sekelas)

PB : Eh, minta pin BB yang tadi main bass dong.

T : Lho kenapa?

PB : Aku ada perlu sama dia.

T : Ada perlu apaan emang?

PB : Ada perlu deh pokoknya.

T : Perlu apa hayo? Perlu cinta ya?

PB : Udah buruan.

Ya, aku yang denger ceritanya sebenernya pengen ketawa. Kalau aku jadi temen aku pasti udah ketawa. Tapi, dalam hati aku ngerasa tersanjung juga soalnya jujur aja ya, this is my first time untuk diperlakukan kayak gitu. Emangnya aku sebikin penasaran itukah sampe dia bela-belain minta pin BB aku ke temen aku?

Abis denger cerita itu, malemnya aku bikin PM, buat ngodein. Soalnya aku penasaran banget. Dia tuh perlu apa sih? Yaudah deh aku bikin PM “Katanya sih ada perlu”. Nggak berapa lama, dia ngeBBM, cuman bilang “Hai :)” Dan aku ladenin sampe aku ngantuk dan BBM itu berakhir dengan ucapan “Goodnight” dari dia.

Dia ngeBBM aku nggak sampe disitu aja. Dia sering ngeBBM, walaupun nggak setiap hari. Yang aku tahu, dia nggak bisa hari Jumat (mungkin latihan buat ibadah hari Minggu) sama Minggu (di gerejanya ada ibadah sampe malem). Sabtu kadang-kadang ngeBBM. Kadang rada lama dijawabnya soalnya dia pulang. Pas sampe rumah (yang mungkin udah ganti baju makan dll) dia pasti bales. Aku mulai ngerasa ngefly. Setiap dia ngeBBM, dia kayak care sama aku, kita udah cerita-cerita, and I feel like he’s special. Bahkan tanpa mendengar suaranya aku bisa suka sama dia.

Tapi, keadaan itu berakhir begitu aja setelah kurang lebih sebulanan. Minggu-minggu awal dia nggak ngeBBM lagi, aku awalnya galau pake banget. Soalnya, biasanya dia nemenin aku waktu ngerjain tugas, waktu lagi nggak ngapa-ngapain juga. Dan beberapa minggu setelahnya, aku berusaha bersikap sebiasa mungkin.

Dan akhirnya, sekarang kelas 12. Aku sempet naksir seseorang yang sekelas sama aku. Dan pas banget dia dari SMP yang sama dengan si pemain bass itu. Ya aku tanya deh soalnya aku penasaran. Mereka ternyata pernah sekelas. Aku kaget deh. Akhirnya, si anak sekelas aku ini nitip salam aja ke si pemain bass ini. Aku (yang udah lama banget lose contact sama si pemain bass) bingung. Takutnya kalau aku ngechat duluan, dia ngiranya aku apaan. Akhirnya aku pun memberanikan diri. Ternyata dia ngirim salam balik ke anak sekelas aku ini. Aku jadi kacung pembawa salam antara dua sahabat lama-_-

Akhirnya, aku ketemu sama si pemain bass ini. Tepatnya hari Kamis, 7 Januari. Waktu itu ada latihan paduan suara (anak kelas 12 nampilin paduan suara gitu). Karena aku latihan dulu buat ujian praktek seni budaya, aku telat datengnya. Dan dia dengan pemain musik yang lainnya udah main musik. Temen aku yang dimintain pin BB aku sama si pemain bass ini bisik ke aku. “Yang main bassnya ganteng loh bey”. Ya, aku akuin, emang dia jadi keren kalau udah main bass. Dan, aku kesel sebenernya gara-gara dia nggak nyapa aku sama sekali. Mungkin dia malu kali ya. Entahlah.

Karena yang tahu aku pernah suka (atau mungkin masih suka?) sama dia cuman beberapa orang, ada temen aku yang baru tahu hari itu juga dan manas-manasin aku.

“Oh yang main bass itu ya bet? Tadi pas kita dateng main drum dulu hayo. Ganteng kok ganteng.”

Aku nanggepinnya ya… Rada gimana sih. Aku kira aku udah move on dari si pemain bass itu. Tapi, pas ketemu lagi, ternyata aku belum move on. Selama latihan, aku berusaha nempatin diri aku di tempat yang bisa dia liat. Parah? Emang. Ya, beginilah aku.

Waktu hari Jum’at, aku juga latihan, dadakan. Aku dateng deh ke gereja itu. Dan begitu aku liat, ternyata temen aku yang ngajakin latihan lagi duduk hadep-hadepan sama si pemain bass itu. Bukan masalah duduknya. Masalahnya, temen aku ini ngajakin aku untuk ngebantuin dia. Yang berarti aku harus tatap muka sama si pemain bass ini. Aku milih untuk nggak ikut kesana. Nanti kalau awkward kan malu. Terus latihan deh. Udah.

Pas hari H, hari Sabtu, ya aku dateng dengan perasaan nggak suka sama si pemain bass itu. Kok kayaknya cuek banget gitu. Seenggaknya nyapa aku sebagai temen lama atau gimana kek. Tapi, nggak sama sekali. Apalagi pas aku mau ganti celana (aku pake rok waktu itu), pas di jalan ketemu dia lagi ngobrol sama dia. Dan temennya ini kayaknya nge”harga”in cewek. Aku makin kesel lah sama dia. Bayangin deh. Seorang pelayan Tuhan, yang harusnya hidupnya lebih bener, malah gaul sama orang kayak gitu. Dan aku jadi illfeel berat sama dia. Nggak jelas ya? Ah biarin lah.

Waktu nyampe rumah, aku akhirnya terpaksa ngechat dia, mau minta id line kakak yang waktu itu nyampein salam ke aku. Aku mau nanyain banyak hal ke si kakak, tapi nggak punya id linenya. Aku nanya deh ke dia, tanpa emot. Padahal, biasanya, kalau nggak pake banyak huruf yang banyak (kayak Haaaaaai), aku pake emot. Waktu aku chat dia, aku lempeng banget. Dan tumben banget dia jawabnya cepet. Aku bilang makasih deh. Tapi, tiba-tiba, aku malah bilang kalau dia tadi main bassnya keren (tapi jujur emang keren.). Dia bilang deh, “Keren apaan? Standar gitu wkwkwk”. Nah. Dia udah pake wkwkwk gitu bikin meleleh lah, bikin nggak illfeel lagi. Aku jawab “Lah, kalau kamu standar, aku apaan?” Karena permainan bass aku masih standar sestandar-standarnya orang baru belajar. Eh dia balesnya “Kamu jago wkwk” Dan aku mikir “Ni anak apa nggak liat aku cuman mencet dan ngebetot nggak jelas waktu itu?”

Aku bales lagi deh kan “Alah jago darimana?” Dan aku kepikiran temen aku yang waktu itu bilang ganteng. Aku sampaikan deh “Eh, kata **** kamu ganteng waktu main drum kemaren wkwk” Dia bales lagi, aku bales lagi. Sampai akhirnya aku sadar that he can turn my mood in just a second. Makanya sebenernya aku bingung. Aku kesel, tapi masih ngarep. Mungkin ada solusinya dari kalian?

Segitu aja deh curhatnya. Panjang banget ya? Maaf deh. Lagi galau banget soalnya. Thanks yang udah mau bela-belain baca curhatan aku yang super panjang ini. Kalau kalian punya saran untuk masalah aku ini, kalian bisa kok comment. Thanks banget banget banget yaaa!